Orangutan di Indonesia dalam Keadaan yang Memprihatinkan

Seiring perkembangan zaman kawasan hutan hujan di Indonesia semakin memprihatinkan. Hutan-hutan tersebut diubah oleh manusia menjadi sumber kehidupan yang bermanfaat bagi mereka. Ini terjadi karena laju pertumbuhan manusia yang sangat pesat dan kurangnya ketersediaan lahan bagi kehidupan manusia. Keadaan ini menyebabkan pembukaan lahan hutan yang dilakukan oleh manusia untuk dimanfaatkan guna  menunjang kehidupan mereka. Sebagai contohnya seperti pembukaan lahan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan penebangan pohon  untuk diambil kayunya. Hal itu dilakukan secara terus menerus secara tidak bijaksana dan tanpa memperhatikan kondisi hutan dan lingkungan sekitarnya.

Dari ketamakan perilaku manusia ini, secara otomotis tentunya juga akan mengancam keberlangsungan hidup ekosistem yang ada di dalam hutan. Hal ini tentunya memberikan ancaman terhadap banyak spesies hewan di kawasan hutan tersebut. Habitat alami mereka, hutan hujan tropis terutama yang berada di dataran rendah, terus menyusut hingga batas membahayakan di bawah tekanan pertumbuhan penduduk dan salah satu spesies yang terancam keberadaanya tersebut  adalah Orangutan. Dampak dari eksploitasi hutan merupakan ancaman besar bagi Orangutan sebab habitat mereka yang semakin sempit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian Orangutan Foundation dimana Orangutan telah kehilangan 50% wilayah habitatnya dalam waktu kurang dari 20 tahun[1]. Di samping itu Orangutan  juga dilukai dan bahkan dibunuh oleh para petani dan pemilik lahan karena dianggap sebagai hama yang merusak tanaman. Lebih memprihatinkan lagi, jika ada seekor orangutan betina ditemukan dengan anaknya maka induknya akan dibunuh dan anaknya kemudian dijual dalam perdagangan hewan ilegal.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Conservation Union (IUCN),  Orangutan di Indonesia khususnya yang berada di wilayah Sumatera telah masuk dalam daftar merah atau klasifikasi Critically Endangered , yang artinya keberadaan Orangutan itu telah mencapai ambang batas di bawah kategori Spesies Sangat Terancam Punah. Populasinya menurun drastis dimana pada tahun 1994 jumlahnya mencapai lebih dari 12.000, namun pada tahun 2003 menjadi sekitar 7.300 ekor. Data pada tahun 2008 melaporkan bahwa diperkirakan jumlah Orangutan Sumatra di alam liar hanya tinggal sekitar 6.500 ekor. [2]

Selain itu, Orangutan di wilayah Kalimantan juga mengalami penurunan yang drastis di habitat aslinya. Menurut penelitian yang juga dilakukan oleh World Conservation Union  (IUCN), Orangutan di Kalimantan dikategorikan sebagai Endangered atau dengan kata lain sangat terancam punah keberadaannya.

Diperkirakan oleh Orangutan Crisis, bahwa orangutan akan menjadi spesies kera besar pertama yang punah di alam liar. Hilangnya orangutan mencerminkan hilangnya ratusan spesies tanaman dan hewan pada ekosistem hutan hujan sebab Orangutan merupakan spesies dasar bagi konservasi dan  memegang  peranan penting bagi regenerasi hutan melalui buah-buahan dan biji-bijian yang mereka makan.. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya dari pemerintah agar Orangutan di Indonesia tidak punah dan tetap terjaga keberadaannya. Salah satu upaya  yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah  konservasi Ex-situ bagi Orangutan. Upaya ex-situ ini merupakan upaya konservasi yang tepat karena mengingat populasi orangutan dihabitat aslinya sudah dibawah ambang batas kepunahan. Selain itu, hutan tempat habitat asli Orangutan hidup telah berubah menjadi lahan-lahan pertanian, pertambangan, dan perkebunan. Namun disisi lain upaya konservasi Ex-Situ ini juga memliki dampak yang ditimbulkan, yaitu menghilangkan spesies dari konteks ekologi alaminya di hutan, melindunginya di bawah kondisi semi-terisolasi di mana evolusi alami dan proses adaptasi dihentikan sementara atau dirubah dengan mengintroduksi spesimen pada habitat yang tidak alami karena pada konservasi tersebut Orangutan akan ditempatkan pada kandang-kandang yang membatasi gerak mereka.

 

[1] http://orangutan.org/orangutan-facts/why-is-the-orangutan-in-danger/

[2] The IUCN Red List of Threatened Spesies, http://www.iucnredlist.org/details/39780/0

Tinggalkan Balasan