Melihat statistik penindakan korupsi

Penegakan hukum diibaratkan adalah sebuah pisau yang harus senantiasa diasah baik dengan pembaruan aspek materil hukum maupun cara penegakan itu sendiri atau segi formilnya. Zaman yang berputar telah memberikan alasan bahwa pisau yang ada ini semakin tumpul dari hari ke hari,ada istilah hukum dalam bahasa belanda Het recht hinkt achter de feiten aan yang artinya bahwa hukum selalu tertinggal dari peristiwa. Menjadi sebuah kegelisahan apabila pisau yang ada ini tidak bisa mengiris dan mengupas apa yang seharusnya menjadi objek dari hukum sehingga tidak mampu bahkan hanya untuk digerakkan memulai prosesnya. Menjadi perdebatan dan kajian yang cukup mendalam apabila membahas kapan perlunya untuk menjadikan pisau ini sejalan dengan zaman yang kian berubah secara pesat. Tetapi itu menjadi sebuah kepastian untuk dilakukan dan sangat penting agar terus diwacanakan supaya orang-orang tetap sadar betapa pentingya pisau ini.

Terlepas dari pentingnya pembaharuan proses penegakan hukum tentunya kita tidak boleh melupakan apa yang telah ditorehkan proses yang dilakukan oleh pisau ini selama yang kita tahu. Korupsi menjadi salah satu momok yang harus dituntaskan sebagai bentuk permasalahan yang melanda bangsa ini terutama para birokrat dan elit politik terutama pasca reformasi. Menyadari akan lebih dari tiga dasawarsa pisau yang telah berkarat dan tumpul bahkan disimpan rapi oleh penguasa agar tidak ada yang menggerakkan,membuat mereka yang sadar segera mengasah dan mencari siapa yang seharusnya menjadi sasaran pisau itu pasca keruntuhan rezim.  Sebuah prestasi besar dalam beberapa momentum terjadi hal yang diharapkan dapat menjadi secercah harapan dalam usaha mewujudkan sebuah negara demokrasi ideal sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Korupsi yang menjangkiti seluruh elemen birokrat karena sudah dibiasakan menjadi perilaku yang dianggap wajar memang tidak mudah untuk dibersihkan termasuk oleh lembaga negara anti rasuah yang telah berdiri sejak tahun 2003 dan memiliki kekuatan yang luarbiasa.

Prestasi pemberantasan korupsi sendiri tidak lepas dari peran para penegak hukum yang telah melaksanakan tugasnya dalam upaya membersihkan salah satu musuh utama bangsa ini. Terlepas dari segala evaluasi dan kekurangannya tentu patut kita apresiasi hal ini karena secara langsung memberikan optimisme  pada rakyat untuk kembali bangkit menuju bangsa yang berwibawa. Mindset bahwa dahulu korupsinya sedikit dan hanya berpusat itu sangat salah dan itu dilontarkan dari mereka yang tidak paham kondisi lapangan. Justru sedikit itu artinya adalah banyak korupsi tapi hanya sedikit sekali yang terungkap dan ditindak. Tetapi beda dengan sekarang yang menunjukkan naiknya angka penindakan ini. Statistik pencatatan penindakan korupsi di Indonesia yang naik perlu kita pahami bahwa makin banyak korupsi yang diketahui artinya bukan makin buruk wajah negara kita tetapi makin baik. Maksudnya semakin banyak korupsi terungkap dan ditindak maka hal inilah yang perlu kita kawal dan menjadi prestasi kita bahwa kita mampu memberantas korupsi lebih banyak lagi. Dan kita melihat hal itu salah satunya dari fakta dan data berupa indeks penanganan kasus korupsi.

Tinggalkan Balasan