Keterkaitan Hukum dengan Teknologi dari Aspek HKI dan Pidana

Hak cipta itu ada hak ekonomi dan hak moral. Ini menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak. Keterkaitan hukum dengan teknologi. Dalam hal pembagiannya hukum dimasukkan dalam dua kelompok besar yakni hukum privat dan hukum publik. Dimana kah kedudukan hukum teknologi. Hukum teknologi masuk dalam ranah hukum privat dan hukum pidana. Teknologi telekomunikasi dan komputer banyak menggunakan patent. Sebagai contoh adalah penggunaan algoritma enkripsi RSA yang umum digunakan untuk mengamankan transaksi atau komunikasi di Internet. Modus yang paling sering terjadi dalam cyber crime. Secara normal ada yang sifatnya searah, ada yang sifatnya interruption (tidak sampai), interception (sampai tapi disebarkan ke yang lain); modification (sebelum sampai dimodifikasi dulu baru sampai ke penerima informasi); dan fabrication (menyamar sebagai pengirim).

Kejahatan yang terjadi di dalam dunia maya itu adalah kejahatan konvensional, yang menjadikan itu sulit dalam pembuktian itu adalah modus operandinya. Di Belanda dia tidak membuat UU khusus tetapi dia masukkan dalam KUHP. DI beberapa negara-negara dimasukkan dalam UU Telekomunikasi. Ketika berbicara mengenai elemen of crime, tapi lihatlah pada KUHP bukan UU ITE. Dalam penegakan hukum UU ITE dengan KUHP. Jika dalam UU spesialisnya tidak menerangkan maka harus dilihat pada ketentuan hukum umumnya (jika tidak diatur dalam UU ITE maka lihat KUHP).

Peran komputernya ada 3 (tiga) adalah: (1) komputer masuk sebagai alat untuk melakukan tindak pidana; (2) menyimpan data; (3) sasaran kejahatan. Masuk dalam pengertian computer related crime, sedangkan ada lagi istilah computer crime ini tidak menyangkut komputer sebagai alat untuk melakukan kejahatan. Konvensi di Hungaria itu: (1) illegal access mengakses secara illegal; (2) illegal interception menyadap secara illegal; (3) system interface sistem keamanan dirusak agar hal-hal ; (4) mis-use of device, misalnya merusak password, membeli program bajakan; dan (5) data interference masuk sistem legal, kemudian dia merusak data dalam komputer tersebut. Kejahatan yang murni merupakan tindak kriminal merupakan kejahatan yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, membutuhkan pengaturan hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Sayangnya, hingga saat ini banyak negara belum memiliki perundang-undangan khusus di bidang teknologi informasi, baik dalam aspek pidana maupun perdatanya. Permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana menjaring berbagai kejahatan komputer dikaitkan dengan ketentuan pidana yang berlaku karena ketentuan pidana yang mengatur tentang kejahatan komputer yang berlaku saat ini masih belum lengkap. Kejahatan Komputer adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokkan dalam beberapa bentuk,

Bentuk-bentuk Cybercrime berdasarkan konvensi para Ahli IT di Hungaria adalah Illegal Access / Akses Tanpa Ijin ke Sistem Kompute, yaitu dengan sengaja dan tanpa hak melakukan akses secara tidak sah terhadap seluruh atau sebagian sistem     komputer, dengan maksud untuk mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya, atau berkaitan dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer lain. Hacking merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering terjadi. Berikutnya adalah Illegal interception yang merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.

Kemudian berikutnya adalah data Interference yaitu kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud). Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage. Kemudian ada juga Misuse of devices / Menyalahgunakan Peralatan Komputer Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau cara lain untuk kepentingan itu, peralatan, termasuk program komputer, password komputer, kode akses, atau data semacam itu, sehingga seluruh atau sebagian sistem komputer dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau sistem komputer, atau melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum lain. Tahun 2004 di Indonesia juga dihebohkan jebolnya komputer server Komisi Pemilihan Umum yang dibobol oleh spyware berasal dari Indonesia bernama Firmansyah, yang akhirnya mengacaukan sistem yang ada di KPU. Usahanya sukses, selanjutnya ia berbuat iseng dengan mengubah nama – nama partai dengan istilah-istilah yang lucu. Seperti Partai Kolor Ijo, Partai Jambu, Partai Nanas, dan lain-lain serta mengubah jumlah suara tiap partai. Dari sebagian data tersebut terlihat bahwa tingginya angka cybercrime di Indonesia akan berpengaruh secara langsung pada sektor bisnis skala kecil, menengah dan besar. Pengaruh dunia dan komunitas bisnis secara umum.

Tinggalkan Balasan