Kenapa kita membutuhkan perwakilan rakyat?

Urgensi perwakilan rakyat dalam sebuah negara yang menganut Demokrasi yaitu Sistem yang memiliki tujuan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Dalam mewujudkan tujuan sistem tersebut bila dilakukan secara murni yang artinya partisipasi langsung dalam pemerintahan oleh rakyatnya sangat tidak mungkin dikarenakan berbagai faktor.

Sehingga dibutuhkan sebuah proses atau upaya penting untuk merealisasikannya. Perwakilan Rakyat sebagai salah satu bentuk untuk mewujudkannya,maka melalui perwakilan rakyat dapat menjadi jembatan dalam menyalurkan aspirasi oleh rakyat dalam penyelenggaraan pemerintah sehingga permasalahan-permasalahan yang rumit di masyarakat dapat dicari penyelesaiannya secara efektif. Fungsi perwakilan ini sangat penting dan sebagai bentuk ideal karena menjadikan pemerintahan demokratis yang benar-benar mencerminkan rakyat yang direpresentasikan oleh para wakil rakyat yang duduk dalam pemerintahan dan partisipasi rakyat berpeluang besar dapat disalurkan terutama dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan publik serta yang paling penting adalah adanya checks and balances antar unsur di dalam pemerintahan.

Checks and Balances atau Sistem Pengawasan dan Keseimbangan adalah masing-masing fungsi kekuasaan di sebuah negara yang berbeda saling melakukan kontrol dan pengawasan. Fungsi ini digunakan sebagai tolak ukur sebuah negara hukum dalam menganut demokrasi agar berjalan sesuai tujuannya.  Misalnya fungsi Pemerintahan atau Eksekutif diawasi oleh Legislatif ,konkretnya dalam persetujuan kebijakan pemerintah dalam hal tertentu. Kemudian Fungsi Yudikatif yang mana dengan Legislatif ketika Hakim di dalamnya disaring oleh Legislatif,dan lain sebagainya. Yang pada intinya masing-masing fungsi negara yang berbeda tadi yaitu Eksekutif,Legislatif,dan Yudikatif saling mengawasi agar fungsinya yang telah ditentukan dapat berjalan dengan baik dan tidak melampaui apa yang sebagai wewenangnya.

Indonesia pada saat ini sesuai UUD Negara RI 1945 hasil amandemen ke empat menganut sistem parlemen trikameral karena terdapat tiga lembaga perwakilan sekaligus yang masing-masing memiliki fungsinya dan wewenang masing-masing yang terpisah juga. Yaitu MPR,DPR dan DPD. Selain, trikameral, beberapa jenis sistem parlemen adalah Unikameral dan Bikameral. Unikameral adalah struktur parlemen negara yang menggunakan satu majelis yang langsung mewakili rakyat,atau dengan kata lain terdiri dari satu kamar parlemen. Fungsi dewan legislatif dalam sistem ini terpusat bada satu badan legislatif yang menempati posisi paling tinggi dalam struktur negara. Sementara Bikameral adalah struktur perwakilan rakyat pada struktur negara yang menggunakan dua kamar yang masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri sebagai badanlegislatif atau parlemen.

Tinggalkan Balasan