Kasus Hukum Populer yang terkait dengan Aspek Teknologi Informasi

  1. Kasus Domain Name Sony

Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai media, pihak Sony Corp, raksasa elektronik asal Jepang, diketahui telah melayangkan surat somasi kepada seorang blogger Indonesia. Gara-garanya? Sang blogger (Sony Arianto Kurniawan) telah menggunakan nama domain Sony-AK.com untuk blog pribadinya.

Kata Sony dalam alamat Sony-AK.com konon menurut pihak Sony Corp, melanggar merek dagang yang dimiliki oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Akibatnya, Sony AK harus menyerahkan domain Sony-AK.com kepada Sony Corp Jepang.

Padahal blog Sony-AK.com berisi artikel-artikel berbagi ilmu pengetahuan yang dilakukan secara pribadi oleh Sony Arianto Kurniawan. Sony-AK.com pun jelas-jelas merupakan nama sang empunya domain, dengan huruf A dan K merupakan singkatan dari kata-kata Arianto dan Kurniawan pada namanya. sony Corp sendiri terbilang cukup agresif untuk urusan nama domain. Beberapa waktu lalu, Sony memenangkan nama domain Walkman.net dalam arbitrase di World Intellectual Property Organization (WIPO). Namun, akhirnya nama domain tersebut dibiarkan terbengkalai.Walkman sendiri ditemukan Sony pada akhir tahun 70-an, di mana saat itu sampai tahun 90-an, Walkman menjadi nama yang begitu populer untuk perangkat musik portable.

Setelah itu Sony aktif memburu nama-nama domain yang berbau Walkman, termasuk salah satunya adalah Walkman.net. Hingga akhirnya raksasa elektronik Jepang itu memenangkan status kepemilikan atas nama domain tersebut. Pada tahun 2000, perusahaan ini juga memenangkan nama domain Walkman.com melalui arbitrase WIPO. Lantas apa yang dilakukan Sony setelah mendapatkan nama domain itu? Ternyata hingga saat ini, situs dengan nama domain tersebut dibiarkan menganggur. Jika diklik, pengunjung hanya akan menjumpai halaman dengan tulisan ‘under construction’. Selain domain Walkman, Sony Corp juga telah mengantongi kepemilikan nama domain sony.net, sony-bg.com dan sonybg.com.

Perburuan Sony Corp atas nama domain terus berlanjut. Kini raksasa elektronik itu melayangkan somasi pada seorang blogger Indonesia yang bernama Sony Arianto Kurniawan karena menggunakan nama domain Sony-AK.com untuk blog pribadinya.

Para pengamat sudah banyak yang memberikan tanggapannya ada yang pro ada yang kontra, tapi kebanyakan ikut memberikan dukungannya kepada Sony Arianto Kurniawan. Bahkan seorang Roy Suryo yang biasanya sering berseteru dan bertentangan dengan para blogger, kali ini Pokja Kominfo tersebut membela blogger Indonesia Sony Arianto Kurniawan atau yang biasa disebut dengan Sony AK yang dituduh menggunakan merek dagang Sony Corporation sebagai domain dalam blog-nya, sony-ak.com.

 

  1. Kasus Pelanggaran Hak Cipta PT NIRWANA ARVINDO MAHAPUTRA dengan HAIRO

PT NIRWANA ARVINDO MAHAPUTRA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang desain grafis. Perusahaan ini memasarkan dan memperdagangkan karya dan jasanya secara nasional mapun internsional, melalui pemasaran secara langsung maupun melalui media internet. Pada tanggal 21 januari 2008 PT NIRWANA membuat dan mendaftarkan website perusahaan http://www.NirwanaArvindoMahaputra.com dan melakukan upload karya-karya desain grafisnya dalam website tersebut. Kemudian pada tanggal 13 Februari 2008 PT NIRWANA mengetahui dari

salah seorang pegawainya, bahwa karya desain grafis yang ada telah digunakan seseorang dalam web-pages di website http://www.deviantart.com dan diakui sebagai ciptaan dari seseorang berkebangsaan Thailand yang beridentitas HAIRO, karya desain grafis tersebut didapatkan dengan cara didownload dari website perusahaan PT NIRWANA tanpa izin.

Pada tanggal 14 Februari 2008 PT. NIRWANA melakukan somasi melalui e-mail yang berisikan PT. NIRWANA adalah pemegang hak cipta karya desain grafis tersebut dan desain grafis tersebut dilindungi oleh hak cipta, sehingga HAIRO harus mencantumkan nama dan membayar royalti sebesar 150 US$ karena telah menggunakan karya desain grafis tersebut atau menghentikan pengumuman terhadap karya desain grafis yang telah diambil selambat-lambatnya pada tanggal 21 Februari 2008. Pada tanggal 15 Februari 2008, HAIRO membalas somasi PT. NIRWANA dan menyatakan bahwa karya desain grafis tersebut hanya digunakan untuk kepentingan pribadi bukan untuk dijual kembali, dan bukan untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari karya desain grafis tersebut dan meminta waktu hingga tanggal 1 Maret 2008 untuk menghentikan pemakaian karya desain grafis tersebut dalam Blog-nya. Pada Tanggal 2 Maret 2008 PT. NIRWANA masih melihat karya desain grafis tersebut digunakan dalam blog HAIRO Sehingga pada tanggal tesebut PT. NIRWANA melakukan somasi kedua, tetapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari HAIRO. PT. NIRWANA tidak mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui untuk menuntut hak cipta karya desain grafis tersebut dalam dunia maya (Internet), keterbatasan waktu dan biaya, menjadi faktor-faktor PT. NIRWANA tidak melakukan gugatan. Sehingga sampai saat ini karya desain grafis tersebut masih digunakan oleh HAIRO dalam web-pages di http://www.deviantart.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan